Selasa, 29 April 2014

MAKNA LOGO UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA


Sebagai bagian dari upaya untuk memperbaharui citra UIN Sunan Kalijaga, sejak tahun 2010 dilakukan perubahan lambang/ logo universitas. Lambang/logo yang baru adalah sebagai berikut.
Bentuk dasar logo adalah bunga matahari dengan satu tangkai dan dua lembar daun. Kelopak bunga diwujudkan dalam bentuk ornamen klasik bercorak Islam. Helai daun sebelah kiri visualisasi huruf ‘U’, tangkainya huruf ‘I’ dan daun sebelah kanan huruf ‘N’ sehingga dapat dibaca U-I-N.
Logogram bercorak bunga—menyerupai simbol jaring laba-laba kesalingterkaitan dan keterhubungan antara sains dan agama yang terpatri dalam ikon mozaik pada dinding luar gedung bangunan UIN—diambil dari ornamen pada dinding Istana Alhambra masa Khalifah Bani Umayah di Granada, Spanyol yang mencakup wilayah perbukitan. Istana Alhambra selesai dibangun pada abad ke-14, periode Muhammad Yusuf, 1333-1353 dan periode Muhammad V, Sultan Granada, 1353-1391 pada masa Dinasti Nasar/Daulah Ahmar (1232-1492). Seni ornamen tersebut memberi banyak pengaruh berbagai bangunan di Timur dan Barat. Perpaduan Timur dan Barat ini (La syarqiyyah wa la gharbiyyah) dapat dimaknai sebagai visi dan misi UIN yang ingin menepis dikotomi keilmuan menuju integrasi dan interkoneksi bidang keilmuan menuju keunggulan peradaban.
Motif ornamen merupakan perpaduan cita rasa seni tingkat tinggi dari budaya Islam di Timur Tengah dan budaya Eropa di Barat sebagai simbol integrasi-interkoneksi. Bila dicermati, beberapa ornamen pada bangunan UIN telah mengaplikasikan penggunaan dua buah bentuk 4 persegi sebagai unsur dasar pembentukan ornamen tersebut.
Visual bunga dipilih sebagai bentuk dasar logo karena merupakan simbol keindahan, keharuman, keserasian, keseimbangan dan kebaikan. Allah SWT menyukai keindahan dan keharuman sebab Allah SWT maha indah dan maha harum. Hal ini menyiratkan UIN selalu membawa kesejukan dan keindahan bagi lingkungan sekitar serta keharuman dalam memainkan seluruh kiprahnya. Hal ini juga dapat dimaknai bahwa UIN Sunan Kalijaga benar-benar bermaksud hendak menanamkan spirit dan karakter kemanusiaan yang bersifat rahmatan lil ‘alamin.
Kelopak bunga berwarna kuning emas diambil dari jenis logam mulia, menunjukkan kemewahan, kehormatan, kemuliaan, kekekalan, keabadian, kesetiaan dan pengabdian. Menyiratkan ketajaman pikiran, keagungan cita, keluhuran budi, kecemerlangan pikiran dan muatan spiritualitas menuju UIN Sunan Kalijaga yang unggul dan terkemuka. Kemewahan dan kekayaan diwujudkan dalam bentuk kedalaman ilmu, kekayaan budi pekerti, kematangan diri dan kearifan budaya lokal. UIN Sunan Kalijaga hendak menjadi unggul dan terkemuka, namun tetap santun dan rendah hati.
Warna hijau pada daun melambangkan kontinuitas, kesegaran, kealamiahan dan pembaharuan. Hijau merupakan simbol harapan, pertumbuhan, kelahiran, kemakmuran, kesuburan dan regenerasi melalui berbagai inovasi tiada henti.
Hijau memiliki sejarah kontinuitas bagi transformasi UIN Sunan Kalijaga. Hijau juga memuat pesan religius, sebab dalam surat Al-Insan (76) : 21 dan Al-Kahfi (18) : 31 dikabarkan penghuni surga mengenakan pakaian berwarna hijau.
Add caption
    
           

Senin, 28 April 2014

SEJARAH BERDIRINYA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA



1951-1960
Periode Rintisan
 Periode ini dimulai dengan Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam  Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan Peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada Periode ini, terjadi pula peleburan PTAIN (didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950) dan ADIA (didirikan berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. pada periode ini, PTAIN berada di bawah kepemimpinan KHR Moh Adnan (1951-1959) dan Prof. Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960)

1960-1972
Periode Peletakan Landasan
 Periode ini ditandai dengan Peresmian IAIN pada tanggal 24 Agustus 1960. Pada periode ini, terjadi pemisahan IAIN. Pertama berpusat di Yogyakarta dan kedua, berpusat di Jakarta berdasarkan Keputusan Agama Nomor 49 Tahun 1963 Tanggal 25 Februari 1963. Pada periode ini, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965 Tanggal 1 Juli 1965. Pada periode ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dimulai dengan pemindahan kampus lama (di Jalan Simanjuntak, yang sekarang menjadi gedung MAN 1 Yogyakarta ) ke kampus baru yang jauh lebih luas (di Jalan Marsda Adisucipto Yogyakarta). Sejumlah gedung fakultas dibangun dan di tengah-tengahnya dibangun pula sebuah masjid yang masih berdiri kokoh. Sistem pendidikan yang berlaku pada periode ini masih bersifat 'bebas' karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar mempersiapkan diri. Adapun materi kurikulumnya masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar, Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. RHA Soenarjo, SH (1960-1972).

1972-1996
Periode Peletakan Landasan Akademik

  Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga dipimpin secara berturut-turut oleh Kolonel Drs. H. Bakri Syahid (1972-1976), Prof. H. Zaini Dahlan, MA (selama 2 masa jabatan: 1976-1980 dan 1980-1983), Prof. Dr. HA Mu'in Umar (1983-1992) dan Prof. Dr. Simuh (1992-1996). Pada periodeini, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat dilanjutkan. Sistem pendidikan yang digunakan pada periode ini mulai bergeser dari 'sistem liberal' ke 'sistem terpimpin' dengan mengintrodusir 'sistem semester semu' dan akhirnya 'sistem kredit semester murni'. Dari segi kurikulum, IAIN Sunan Kalijaga telah mengalami penyesuaian    yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia. Jumlah fakultas bertambah menjadi 5 (lima); yaitu Fakultas Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dibuka pada periode ini, tepatnya pada tahun akademik 1983/1984. Program Pascasarjana ini telah diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master. Untuk itu, pembukaan Program pAscasarjana pada dasawarsa delapan puluhan tersebut telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.

1996-2001
Periode Pemantapan Akademik dan Manajemen

 Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Atho Mudzhar (1997-2001). Pada periode ini, upaya peningkatan mutu akademik, khususnya mutu dosen (tenaga edukatif) dan mutu alumni, terus dilanjutkan. Para dosen dalam jumlah yang besar didorong dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi, baik untuk tingkat Magister (S2) maupun Doktor (S3) dalam berbagai disiplin ilmu, baik di dalam maupun di luar negeri. Demikian pula peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif dilakukan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan orientasi akademiknya dan mengokohkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Jumlah tenaga dosen yang bergelar Doktor dan Guru Besar meningkat disertai dengan peningkatan dalam jumlah koleksi perpustakaan dan sistem layanannya.

2001-2010
Periode Pengembangan Kelembagaan

 Periode ini dapat disebut sebagai 'Periode Trasformasi', karena, pada periode ini telah terjadi peristiwa penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam tertua di tanah air, yaitu Transformasi Institut Agama ISlam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004. Deklarasi UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2004. Periode ini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (2001-2005) dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Drs. H. Masyhudi, BBA, M.Si. dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Ismail Lubis, MA (Almarhum) yang kemudian digantikan oleh Dr. Maragustam Siregar, MA.
Pada periode kedua (2006-2010) dari kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah telah dibentuk Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama. Dengan ditetapkannya keberadaan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, maka kepemimpinan UIN Sunan Kalijaga pada periode kedua ini adalah sebagai berikut : PEmbantu Rektor Bidang Akademik, Dr. H. Sukamta, MA, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, Dr. H. Tasman Hamami, MA, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Maragustam Siregar, MA, dan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama dijabat oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA.
Perubahan Institut menjadi universitas dilakukan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi interkoneksi. Paradigma ini mensyaratkan adanya upaya untuk mendialogkan secara terbuka dan intensif antara hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah. Dengan paradigma ini, UIN Sunan Kalijaga semakin menegaskan kepeduliannya terhadap perkembangan masyarakat muslim khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Pemaduan dan pengaitan kedua bidang studi yang sebelumnya dipandang secara dimatral berbeda memungkinkan lahirnya pemahaman Islam yang ramah, demokratis, dan menjadi rahmatan lil 'alamin.

2010-2014
Periode
Kebersamaan dan Kesejahteraan
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : B.II/3/16522/2010 Tanggal 6 Desember 2010, Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam diberi tugas tambahan sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa jabatan 2010-2014. Periode di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Musa Asy’arie dibantu oleh empat Pembantu Rektor yaitu:  Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag,. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Rifai,. M.Phil., dan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A.
Dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan tinggi, perlu menata kembali organisasi tata kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sehingga Periode kepemimpinan Prof. Dr. H. Musa Asy'arie, Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengalami perubahan berdasarkan Peraturan Menteri Agama NO 26 Tahun 2013. Dalam melaksanakan tugasnya, Rektor  dibantu oleh tiga Wakil Rektor yaitu: Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.,dan wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerja sama Dr. H. Maksudin, MA.

Selasa, 15 April 2014

Menguak fakta dari buku otobiografi Andrea Pirlo



GOALOLEH ANDREA PIRLO   PENYUSUN AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti @rezahikmatyar di twitter


Sembari menanti final Copa del Rey yang menghadirkan bentrok Real Madrid dan Barcelona, mari kita sedikit melempar waktu ke belakang di saat Los Blancos nyaris mendapatkan tanda tangan gelandang legendaris yang memimpin kesuksesan Italia di Piala Dunia 2006. SAYA BERPIKIR MAKA SAYA BERMAIN dari Andrea Pirlo kini sudah beredar luas melalui paperback dan ebook.
Musim panas 2006, kami baru saja meraih gelar Piala Dunia, dan saya seakan dibuat mabuk karenanya. Saya keluar dengan sepeda untuk menikmati keindahan jalanan Forte dei Marmi, dan ketika saya melewati pinggiran laut, orang-orang dengan bangga menepuk punggung saya.

Mereka pasti berpikir bahwa kemenangan atas Prancis di partai final adalah hasil kerja keras otak saya, tapi ada satu fakta yang tak mereka ketahui. Mereka tak menggubris salah satu fakta krusial dalam cerita itu, satu fakta bahwa saya adalah milik Real Madrid, bukan Milan. Saya adalah pemain Madrid di pikiran, hati, dan jiwa saya. Saya memiliki kontrak lima tahun yang setia menanti dan gaji di luar akal pikiran.

Tampaknya beberapa orang tertentu di Milan mendapati diri mereka dalam satu goresan dosa yang besar, atau setidaknya cerita bermula pada momen itu. Calciopoli jadi topik kedua terhangat untuk diperbincangkan, sedikit lebih rendah dibanding obrolan soal kesuksesan Italia di Jerman.

Suatu hari Anda membaca surat kabar jika kami akan didegradasi ke Serie B, sehari berselang Anda akan mendengar bahwa kami hanya akan dikenakan penalti 15 poin saja. Namun di hari lainnya kami diberitakan bakal menyerahkan torfi kami dan menghapus torehan tersebut dari buku rekor. Dalam beberapa kesempatan, saya ragu: mungkin John Lennon tidak dibunuh oleh Mark David Chapman, tetapi oleh salah seorang direktur Milan.

Tempat itu seperti sebuah pelacuran yang belum pernah Anda saksikan. Tidak ada yang mengetahui apapun. Tidak ada yang bisa menebak nasib klub ini, apalagi saya. Tapi saya yakin akan satu hal: Saya tidak akan pernah bermain di Serie B! Namun jika saya memutuskan untuk pergi, saya akan dicap sebagai pengkhianat sejati. Tak ada jalan buat saya membayar dosa orang lain, kecuali diri mereka sendiri.


Kecupan perpisahan | Pirlo nyaris berpisah dengan Milan pada 2006
Pelatih Real Madrid saat itu, Fabio Capello, kemudian menelepon saya. Franco Baldini yang jadi direktur olahraganya melakukan hal serupa. Saya lantas terlibat diskusi hebat dengan agen saya, Tullio Tinti. Kami berdiskusi soal apa yang akan dikatakan Milan terkait situasi ini.

Tak lama setelah itu, saya dijadwalkan untuk kembali ke Milanello. Di sana kami membahas soal Liga Champions. Milan akan melakoni babak kualifikasi melawan Red Star Belgrade kala itu. Pada titik ini Tullio berkata pada saya: "Jangan pergi dulu. Biar saya berbicara dengan pihak Real. Jika kau memang ingin mengubah nasib dari Forte dei Marmi, maka kembalilah ke kampung halamanmu di Brescia. Dalam perjalanan engkau harus awas terhadap ponselmu - pada waktu yang tidak terduga akan ada panggilan untukmu."

Benar saja, ponsel saya berdering dalam perjalanan sesuai dengan apa yang Tullio katakan. Pada momen itu ramalan berkelas ala Nostradamus kalah telak dengan prediksi Tullio-ku.

Capello: "Halo Andrea, ini Fabio Capello," Ya Capello, salah satu pelatih tersukses dalam sejarah olahraga terpopuler di dunia.

Pirlo: "Halo pelatih, bagaimana kabarmu?"

Capello: "Saya baik-baik saja dan berharap kau dalam kondisi yang lebih baik setelah mendengar ini. Datang dan bergabunglah bersama kami [Real Madrid]. Kami baru saja memboyong Emerson dari Juventus dan kau adalah orang yang akan bermain bersamanya di posisi gelandang tengah."

Pirlo: "Baiklah kalau begitu."

Ia tak membutuhkan banyak waktu untuk meyakinkan saya, kurang dari satu menit mungkin. Saya melakukannya karena sudah pernah melihat kontrak yang ditawarkan. Agen saya juga sudah mempelajarinya secara terperinci.

Tullio: "Andrea, kita berangkat."

Pirlo: "Ya, saya sangat senang dengan hal ini Tullio."

Saat itu saya sudah membayangkan diri saya dengan jersey putih ala Madrid. Saya sungguh berhasrat dan dalam waktu bersamaan sungguh agresif. Pikiran saya sudah melayang jauh ke Santiago Bernabeu, bagai kuil, dengan alas yang mampu membuat lawan merinding. Mereka semua akan babak belur dihajar para raja yang berkuasa di atasnya.

Pirlo: "Lantas, apa yang akan kita lakukan setelahnya Tullio?”

Tullio: "Kita akan makan siang bersama dalam beberapa hari ke depan."

Pirlo: “Di mana? Meson Txistu di Plaza de Angel Carbajo?”

Tullio: "Bukan Andrea, bukan di Madrid, tapi Milanello."

Pirlo: "Apa maksudmu? Milanello? Apa kau sudah bodoh?"

Tullio: "Tidak Andrea, kau tak salah dengar. Kita belum mendapat persetujuan dari pihak [Adriano] Galliani."

Saya adalah pemain Madrid di pikiran, hati, dan jiwa saya. Saya memiliki kontrak lima musim yang setia menanti dengan gaji di luar akal pikiran.

Menu dalam acara makan siang selalu saja sama: Saya tahu dari dalam hati. Hidangan pembuka, makanan utama, dan akan ditutup dengan es krim legendaris yang ditaburi topping crunchy di atasnya.

Kami bertemu di tempat yang khusus digunakan sebagai ruang makan klub. Setengah jalan antara dapur dengan ruang perapian, di mana Silvio Berlusconi doyan memainkan pianonya diselingi dengan beberapa leluconnya.

Tullio kemudian memulai pembicaraan. "Andrea akan segera bergabung dengan Real."

Lalu saya sambut: "Ya..."

Galliani kemudian menatap penuh arti ke arah saya. “Andrea, temanku, Anda tak akan pergi ke mana pun.”

Kemudian ia mengeluarkan amplop kulit dari bawah meja, membuat saya tersenyum, karena saya berpikir hal itu disembunyikan sama baiknya dengan Monico Lewinsky di bawah meja Bill Clinton di Oval Office (kadang-kadang asosiasi ide aneh ini muncul di kepala saya). Kemudian dari dalam amplop kulit tersebut keluarlah sebuah kontrak.

Ya, kontrak baru ia tawarkan dan Mr Biro (Galliani) melanjutkan perkataannya, "Anda tak akan pergi karena pasti segera menandatangani kontrak ini. Durasinya berlangsung selama lima musim dan kami sengaja mengosongkan kolom gaji. Jadi Anda bisa mengisinya sesuai keinginan."

Tullio kemudian merebut kertas itu dari tangan saya. "Saya akan membawanya dulu."

Ia memiliki waktunya, membawanya ke rumah, membaca dan mempelajarinya terus menerus. Saya lantas pergi ke pemusatan latihan Timnas Italia di Coverciano, untuk beberapa hari. Selama itu saya tak mendengar kabar apapun. Saya pikir negosiasi telah usai: Saya membayangkan berkarier di Spanyol dan bermimpi di Spanyol. Imajinasi saya ada di sana dan mendarat pada satu tempat di antara Plaza Mayor dan Puerta del Sol.

Tullio akhirnya menelepon saya.

Tullio: "Bertahanlah di Milan. Sekarang juga, mereka tak akan membiarkanmu pergi."

Pirlo: "Tidak..."

Tulio: "Ya."

Pirlo: "Oke baiklah."

Anda kemudian ada dalam situasi untuk mengumbar banyak omong kosong pada media. Asalkan tentu saja, mereka melemparkan pertanyaan yang tepat untuk Anda. Jika mereka menanyakan saya soal rumor Real Madrid, maka saya akan menjawab dengan kalimat yang klise, usang, dan bernilai setengah kebenaran. Anda akan menjawabnya tanpa nyawa dan hasilnya akan dihiasi oleh percikan kreatif tulisan wartawan.

"Tidak, itu tidak akan terjadi. Saya bahagia di Milan."

F*** off!

Sayang sekali segalanya harus berakhir seperti itu. Saya hanya menandatangani kontrak dengan Real dari dalam hati. Mereka lebih glamor dari Milan, lebih memiliki prospek, lebih menarik, lebih segala-galanya. Mereka sanggup memberikan ketakutan pada setiap lawannya, tak peduli siapapun.

Ya semua mengetahuinya, saya kemudian mendapat hiburan besar dengan memenangi gelar Liga Champions. Jika tidak, semua bisa jadi lebih buruk.

Profil, Trofi, Fakta & Sejarah Manchester United


logo Manchester United 150x150 Profil, Trofi, Fakta & Sejarah Manchester UnitedManchester United telah menjadi kekuatan dominan sejak era Liga Premier digulirkan pada tahun 1992.
The Red Devils, julukan Manchester United, telah memenangkan 12 gelar Liga Premier dan dua Liga Champions di bawah manajer Sir Alex Ferguson.
Tim lain seperti Arsenal dan Chelsea selalu berusaha menantang MU, namun Ferguson selalu bisa membangun skuadnya menjadi kekuatan dominan semenjak ditanganinya.
Ferguson, di musim 2010-11, berhasil melampaui rekor Liverpool 18 kali memenangi gelar liga dengan mempersembahkan gelar ke-19 bagi MU.
Rekor ini jelas akan sulit disamai oleh siapapun kelak yang menggantikan Ferguson.
Fakta tentang Manchester United
- Tahun berdiri: 1878
- Stadion markas: Old Trafford (kapasitas 76.212 orang)
- Nama julukan: The Red Devils
- Warna kostum: merah dan putih
- Pencetak gol terbanyak sepanjang masa: Bobby Charlton
- Juara Divisi Pertama/Liga Premier: sebanyak 19 kali pada tahun 1907-1908, 1910-1911, 1951-1952, 1955-1956, 1956-1957, 1964-1965, 1966-1967, 1992-1993, 1993-1994, 1995-1996, 1996-1997, 1998-1999, 1999-2000, 2000-01, 2002-03, 2006-07, 2007-08, 2008-09, 2010-11
- Juara Piala FA: sebanyak 11 kali pada tahun 1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
- Juara Piala Liga: sebanyak 4 kali pada tahun 1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
- Juara Piala Eropa/Liga Champions: sebanyak 3 kali pada tahun 1967-1968, 1998-1999, 2007-08
- Juara Piala Winners: sebanyak 1 kali pada tahun 1990-1991
- Juara Piala Super UEFA: sebanyak 1 kali pada tahun 1991
- Juara Piala Interkontinental: sebanyak 1 kali pada tahun 1999
- Juara Piala Dunia Klub FIFA: sebanyak 1 kali pada tahun 2008
Sejarah Manchester United
Pada awalnya, klub ini bernama Newton Heath L & YR F.C. yang didirikan pada tahun 1878.
Nama kemudian berubah menjadi Manchester United pada tahun 1902.
The Red Devils memenangkan gelar pertama pada tahun 1908.
Namun MU baru mengalami kesuksesan yang berkelanjutan pada tahun 1950-an, setelah ditangani oleh manajer legendaris Sir Matt Busby.
Busby mampu memberikan tiga gelar pada dekade 50-an, dan menjadikan MU klub Inggris pertama yang berkompetisi di Piala Eropa, di mana mereka kalah di semi-final oleh Real Madrid pada tahun 1957.
Klub mengalami saat duka mendalam pada tahun 1958 ketika pesawat yang membawa tim pulang dari pertandingan Eropa jatuh sehingga menewaskan delapan pemain dalam tragedi yang dikenal sebagai bencana udara Munich.
Busby, yang selamat dari kecelakaan, bersama dengan pemain terbesar klub, Sir Bobby Charlton, berusaha membangun kembali tim.
Dengan dukungan beberapa pemain seperti George Best dan Denis Law, MU memenangi dua gelar liga pada tahun 60an, sebelum mengklaim Piala Eropa perdana mereka, mengalahkan Benfica di final tahun 1968.
Setelah Busby mengundurkan diri pada tahun 1969, tidak ada manajer yang bisa mendekati keberhasilannya sampai Ferguson tiba di tahun 1986.
Selama hampir 3 dekade menangai MU, Ferguson telah membangun rekor fenomenal yang membawa MU memenangi lebih banyak gelar liga dibandingkan Liverpool.
Beberapa pemain MU dekade 90-an seperti Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes, Gary Neville, dan Phil Neville menjadi bagian tak terpisahkan dari kejayaan klub.